Jumat, 11 September 2015

Resensi Novel
Sabtu Bersama Bapak
Adhitya Mulya



Video mulai berputar.
"Hai, Satya! Hai, Cakra!" Sang Bapak melambaikan tangan.
"Ini Bapak.
Iya, bener kok, ini Bapak.
Bapak cuma pindah ke tempat lain. Gak sakit. Alhamdulillah, berkat doa Satya dan Cakra.
...
Mungkin Bapak tidak dapat duduk dan bermain di samping kalian.
Tapi, Bapak tetap ingin kalian tumbuh dengan Bapak di samping kalian.
Ingin tetap dapat bercerita kepada kalian.
Ingin tetap dapat mengajarkan kalian.
Bapak sudah siapkan.
Ketika kalian punya pertanyaan, kalian tidak pernah perlu bingung ke mana harus mencari jawaban.
I don't let death take these, away from us.
I don't give death, a chance.
Bapak ada disini. Di samping kalian.
Bapak sayang kalian."
----
Ini adalah sebuag cerita. Tentang seorang pemuda yang belajar mencari cinta. Tentang seorang pria yang belajar menjadi bapak dan suami yang baik. Tentang seorang ibu yang membesarkan mereka dengan penuh kasih. Dan..., tentang seorang bapak yang meninggalkan pesan dan berjanji selalu ada bersama mereka.

*
Sesuai sinopsisnya, novel ini bercerita tentang seorang pemuda yang mencari cinta, seorang pria yang belajar menjadi bapak yang baik, seorang ibu yang membesarkan anak-anaknya dengan penuh kasih, dan seorang bapak yang berjanji selalu ada untuk keluarganya.

Novel yang teramat sangat bagus. Beda dari novel lain kebanyakan. Biasanya novel-novel berkisah tentang percintaan. Namun novel ini bercerita tentang keluarga.

Sangat disarankan untuk membaca novel ini. Terutama untuk laki-laki yang hendak menikah. Karena didalam novel ini banyak tuntunan agar bisa belajar menjadi suami dan bapak yang baik untuk keluarga.

Contohnya :

Saat Cakra diminta mamahnya untuk segera menikah.

"Istri yang baik gak akan keberatan diajak melarat."
"Iya sih. Tapi, mah, suami yang baik tidak akan tega mengajak istrinya untuk melarat."

Atau saat Satya memiliki harapan yang begitu besar kepada Ryan, anak sulungnya.

"Menjadi panutan bukan tugas anak sulung kepada adik-adiknya. Menjadi panutan adalah tugas orang tua untuk semua anak."

Dan juga saat Cakra menasihati mahasiswa yang sedang magang di kantornya.

"Prestasi akademis yang baik bukan segalanya tapi memang membukakan lebih banyak pintu untuk memperlihatkan kualitas kita yang lain."

Benar-benar memberikan banyak pelajaran dalam berbagai aspek kehidupan yang kadang tidak kita sadari.

Setuju banget kalau novel ini dibikin film. Sangat mendidik. 5/5 bintang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar